Suatu perusahaan mencatat persediaannya dengan sistem pencatatan perpetual LIFO. Diketahui persediaan 1 Juli 5.000 unit @ Rp 10.000,00 pembelian 6 Juli 6.000 unit @ Rp 10.500,00 penjulan 8 Juli 9.000 unit. Besarnya nilai harga pokok barang yang dijual adalah ....

Suatu perusahaan mencatat persediaannya dengan sistem pencatatan perpetual LIFO. Diketahui persediaan 1 Juli 5.000 unit @ Rp 10.000,00 pembelian 6 Juli 6.000 unit @ Rp 10.500,00 penjulan 8 Juli 9.000 unit. Besarnya nilai harga pokok barang yang dijual adalah ....

Jawaban:

Nilai harga pokok barang yang dijual sebesar Rp. 93.000.000

Penjelasan:

Materi : Akuntansi Dasar - Siklus Akuntansi (Kartu Persediaan)

Pengerjaan terlampir di excel.

Metode LIFO (Last In First Out) merupakan metode yang digunakan dalam menghitung persediaan akhir atau harga pokok penjualan. Dengan metode LIFO, produk yang dibeli terakhir, dibebankan/dijual terlebih dahulu. Dimana metode LIFO sudah tidak digunakan lagi di Indonesia, salah satu faktornya adalah dengan menghasilkan jumlah persediaan akhir yang kecil (jika kita bandingkan dengan metode FIFO dan Average), dengan persediaan akhir yang kecil, menghasilkan harga pokok penjualan yang besar, sehingga laba kotor yang dihasilkan menjadi kecil, dan perusahaan dikenakan beban pajak yang kecil, sehingga menguntungkan perusahaan.

Metode LIFO saat ini hanya digunakan di Amerika Serikat yang diatur dalam GAAP (Generally Accepted Accounting Principles).

Referensi : Buku Principle Accounting karya Weygandt, Kimmel, Kieso dan website Investopedia (English article).

Jika masih bersekolah, gunakan buku acuan yang ditetapkan.

Sukses selalu dan teruslah belajar !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#bantu jawab yaa

Masa perundagian merupakan akhir masa praaksara di Indonesia. Kata perundagian berasal dari bahasa Bali: undagi, yang artinya